Garis tebakan, daerah terlarang dan garis-garis tembakan bebas (free throw lines and restricted areas) harus dibuat secara jelas. Pada garis tembakan bebas di buat sejajar dengan tiap garis akhir. Garis tersebut mempunyai jarak 5.80 meter dari sisi dalam garis akhir dan mempunyai panjang 3.60 meter, garis tersebut harus terlihat jelas bersatu dengan titik tengah kedua garis akhir.
Daerah terlarang terdapat di permukaan lapangan yang bertanda dan di batasi oleh garis akhir, garis tembakan bebas dan garis yang di mulai pada garis ahir. Sisa luar berjarak 3 meter dari titik tengah garis akhir dan berakhir pada sisi luar garis tembakan bebas. Apabila bagian dalam daerah terlarang diwarnai,warna tersebut harus sama dengan warna lingkaran tengah.
Garis tembak bebas adalah daerah terlarang yang memanjang ke dalam lapangan permainan dengan setengah lingkaran yang mempunyai radius 1,80 m dan terletak di tengah-tengah titik pada garis tembak bebas. Garis setengah lingkaran tersebut harus dibuat dengan garis terputus-putus yang berada pada daerah terlarang. Penempatan garis sekitar garis tembak bebas yang digunakan oleh para pemain selama pertandingan berlangsung ditandai sebagai berikut :
- Garis pertama mempunyai ukuran 1,75 m dari sisi dalam garis akhir, diukur sejajar garis tembak bebas.
- Garis pertama harus berukuran lebar 58 cm dan berakhir pada wilayah netral.
- Wilayah netral berukuran lebar 40 cm dan ditandai oleh blok padat dan mempunyai warna yang sama dengan garis lainnya.
- Penempatan garis ke dua harus berdekatan dengan wilayah netral dan mempunyai ukuran lebar 84 cm.
- Garis ke tiga berukuran sama 85 cm dan berdekatan dengan batas garis ke dua.
- Semua ukuran garis tersebut di atas adalah 10 cm dan tegak lurus dengan sisi lurus dengan sisi lurus dan garis yang menunjukan garis tembakan bebas.
Daerah tembakan yang bernilai 3 angka ( Three Point Field Goal Area ) merupakan daerah seluruh lantai lapangan, kecuali untuk daerah yang dekat dengan keranjang lawan dibatasi oleh beberapa bagian yang diantaranya :
